Mall dan Toko Online

Kamis, 03/08/2017

Uji Kompetensi Bidang Kesehatan untuk Persaingan Global

Uji Kompetensi Bidang Kesehatan untuk Persaingan Global

Rr. Anne Marie Heidija

Editor : Rr. Anne Marie Heidija


Dibaca 137 kali

Jakarta. Guna menyelenggarakan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bekerja sama dengan beberapa himpunan profesi melakukan uji kompetensi secara nasional untuk kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, dan ners. Hasilnya, tingkat kelulusan uji kompetensi kesehatan masih fluktuatif.

Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan, kelulusan dari hasil uji kompetensi, baik Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) belum mencapai 100 persen.


"Padahal bidang kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat. Kita ingin menuju world class, oleh karena itu standar harus dikembangkan," tuturnya di Gedung Kemristekdikti, Jakarta.

Nasir mengungkapkan, saat ini Indonesia menghadapi persaingan global, salah satunya melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya, setidaknya bidang kesehatan Tanah Air harus mampu berkompetisi di kawasan Asia Tenggara.

"Masalahnya jika dikompetisikan, kita selalu kalah. Terutama masalah bahasa. Untuk itu di samping teknis, sangat penting mendukung kemampuan bahasa Inggris," paparnya.

Menanggapi masih rendahnya tingkat kelulusan uji kompetensi, Mantan Rektor Terpilih Universitas Dipenogoro (Undip) tersebut menyebut, akan melakukan pendampingan dalam rangka pembinaan. Sehingga, lanjut dia, hal yang menyebabkan ketidaklulusan akan dikaji.

Sementara Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti, Intan Ahmad menambahkan, dalam proses uji kompetensi bidang kesehatan harus mengutamakan integritas. Apalagi, setiap pelaksanaan ujian selalu ada aturannya.

"Katika ada kecurangan, misalnya mencontek, maka akan dipanggil dan tidak lulus. Harus tegas, dan membiarkan mereka ikut ujian berikutnya. Ini untuk menghasilkan dokter yang berkualitas," tandasnya. (oke)



BACA JUGA



BERITA TERKAIT